Health

Ini Dia Saran AhliGiziID untuk Penderita Berat Badan Berlebih (Overweight) yang Sulit Turun


Kabar Maju – Penurunan berat badan berlebih atau overweight sering menjadi tantangan yang kompleks bagi banyak individu. Meskipun tekad dan usaha keras telah diberikan, hasil yang diinginkan seringkali sulit dicapai. Namun, untuk mengatasi permasalahan ini, penting untuk memahami faktor-faktor yang terlibat dalam kesulitan penurunan berat badan, sebagai berikut :

1. Faktor Genetik 

Faktor genetik memiliki peran dalam menentukan bagaimana tubuh bereaksi pada penurunan berat badan. Studi ilmiah oleh Kraschnewski et al. (2010) menunjukkan bahwa genetika dapat mempengaruhi seberapa efektif tubuh merespon usaha penurunan berat badan. 

2. Perubahan Metabolisme 

Saat individu berhasil menurunkan berat badan, tubuh dapat merespons dengan mengubah metabolisme. Penelitian oleh Fothergill et al. (2016) menunjukkan setelah penurunan berat badan yang signifikan, tubuh dapat mengalami penurunan dalam tingkat metabolisme, yang berkontribusi pada kesulitan mempertahankan hasil penurunan berat badan.

3. Kebiasaan Makan dan Aktivitas Fisik

Kebiasaan makan yang tidak sehat dan tingkat aktivitas fisik yang rendah juga menjadi faktor penting dalam kesulitan penurunan berat badan. Donnelly et al. (2009) dalam “American Journal of Clinical Nutrition” menekankan pentingnya pendekatan yang melibatkan peningkatan aktivitas fisik dan pengontrolan pola makan.

Beberapa solusi yang diberikan oleh ahli gizi dalam mengatasi penurunan berat badan berlebihan sebagai berikut :

  1. Pendekatan secara personal : Ahli gizi merekomendasikan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Dalam penelitiannya, Kraschnewski et al. menggarisbawahi pentingnya merancang program penurunan berat badan yang sesuai dengan karakteristik genetik dan respons tubuh.

  2. Kombinasi Aktivitas Fisik dan Pola Makan: Berdasarkan penelitian yang dilakukan  Donnelly et al. menyarankan bahwa kombinasi antara peningkatan aktivitas fisik dan pengaturan pola makan yang seimbang memberikan hasil yang lebih baik dalam penurunan berat badan.

  3. Perencanaan Jangka Panjang : Mengatasi perubahan metabolisme setelah penurunan berat badan memerlukan komitmen jangka panjang. Fothergill et al. (2016) menjelaskan bahwa kesabaran dan konsisten dalam mempertahankan perubahan gaya hidup yang sehat sangat penting.

Dalam mengatasi kesulitan penurunan berat badan berlebih, penting untuk mendapatkan dukungan dari ahli gizi yang kompeten. Dengan pendekatan yang disesuaikan, kombinasi aktivitas fisik, pengontrolan pola makan seimbang, dan pemahaman tentang faktor-faktor yang terlibat, individu dapat mengambil langkah dan strategi menuju penurunan berat badan yang sehat dan berkelanjutan sesuai kondisi dan kebutuhan individu. 

Sumber :

  1. Kraschnewski, J. L., Boan, J., Esposito, J., Sherwood, N. E., Lehman, E. B., & Kephart, D. K. (2010). Long-term weight loss maintenance in the United States. Obesity, 18(3), 665-671.

  2. Fothergill, E., Guo, J., Howard, L., Kerns, J. C., Knuth, N. D., Brychta, R., … & Hall, K. D. (2016). Persistent metabolic adaptation 6 years after “The Biggest Loser” competition. The New England Journal of Medicine, 375(16), 1552-1563.

  3. Donnelly, J. E., Blair, S. N., Jakicic, J. M., Manore, M. M., Rankin, J. W., & Smith, B. K. (2009). American College of Sports Medicine Position Stand. Appropriate physical activity intervention strategies for weight loss and prevention of weight regain for adults. American Journal of Clinical Nutrition, 93(4), 693-702.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *